Monday, September 16, 2013

Ini Cara Menentukan Kepribadian Lewat Profil dan Laman Facebook

Jakarta - Mencari tahu kepribadian seseorang tak hanya bisa dilihat dari caranya menghadapi masalah, namun laman Facebook juga bisa mengungkap banyak hal. Sebuah penelitian menemukan media sosial mengisyaratkan tingkat harga diri sang pemilik akun.

"Jenis tindakan yang dilakukan user dan jenis informasi yang mereka tambahkan ke Facebook adalah refleksi dari identitas mereka. Kau adalah Facebook-mu, pada dasarnya," kata S. Shyam Sundar, Profesor Komunikasi dan co-direktur Media Effects Research Laboratory.

Seperti dikutip dari Health24, Senin (16/9/2013), Sundar mengatakan bahwa orang yang rendah harga dirinya cenderung amat mempedulikan apa yang orang lain posting tentang dirinya di Facebook. Sedangkan user dengan harga diri lebih tinggi menghabiskan banyak upaya menambahkan informasi ke profil.

Sebanyak 225 mahasiswa dari sebuah universitas di Korea Selatan dilibatkan dalam penelitian ini. Mereka diminta mengisi profil Facebooknya, juga diamati responnya ketika ada teman memposting sesuatu ke wall-nya. Mereka diminta menjawab serangkaian pertanyaan tentang data pribadi.

Dalam pertemuan INTERACT 2013 di Cape Town, Afrika Selatan, peneliti mengatakan bahwa orang-orang dengan harga diri yang tinggi maupun rendah diri menghabiskan banyak waktu memoles kesan yang ditampilkan lewat Facebook. Hanya saja, caranya berbeda.

Orang dengan harga diri tinggi cenderung mencantumkan banyak institusi di Facebook nya dan menghabiskan banyak waktu menambahkan informasi tentang keluarga, pendidikan dan pengalaman kerja ke dalam profil. Sedangkan user dengan harga diri yang rendah terus memantau wall Facebook-nya dan menghapus posting yang tak diinginkan dari orang lain.

"Temuan ini juga dapat menemukan cara menghasilkan uang dan jaringan sosial lewat online. Semakin Anda bisa terhubung ke Facebook, semakin kuat Anda merasa bahwa hal yang Anda posting adalah bagian dari identitas Anda, dan semakin besar kemungkinan Anda melihat ini sebagai harta virtual Anda," kata Sundar.

Karena user dengan harga diri yang tinggi dan rendah diri melihat media sosial sebagai perluasan identitas dirinya, mereka mungkin bersedia membayar atas fitur tertentu. Sebagai contoh, media sosial dan pengembang aplikasinya mungkin dapat menarik pelanggan yang mau membayar agar wall Facebook sesuai dengan profilnya.


Mengerikan! Air Keran di Daerah Ini Tercemar Amoeba Pemakan Otak

Louisiana - Beberapa pekan lalu bocah laki-laki berusia 4 tahun meninggal akibat otaknya digerogoti amoeba Naegleria Fowleri. Nah, baru-baru ini Centers for Disease Control and Prevention Louisiana secara resmi melaporkan telah ditemukan amoeba pemakan otak pada sampel air keran dan hidran di daerah ini.

Louisiana Department of Health and Hospitals menyatakan pengujian sampel air dari keran dan hidran berhubungan dengan jalur air di empat lokasi di Violet and Arabi, La. Menyikapi fenomena ini, pihak St. Bernard Parish selaku penyuplai air mulai mencampur air pada sistem perairannya dengan klorin sebagai langkah antisipasi.

"Kami tahu bahwa klorin dapat membunuh Naegleria fowleri, itulah mengapa Parish pekan lalu secara proaktif menambah campuran klorin dalam sistem airnya," jelas J.T. Lane, assistant secretary for public health Louisiana.

"Parish akan terus melakukan tindakan ini hingga residu klorin dalam sistem airnya mencapai level yang dianjurkan. Proses ini akan berlangsung selama beberapa pekan. Departemen Kesehatan dan Rumah Sakit Louisiana juga terus mengawasi dan mendukung tindakan ini. Pengawasan ini dilakukan setiap hari," tambahnya, seperti dilansir Huffington Post, Jumat (13/9/2013).

Pemerintah Louisiana memang telah menjamin air mereka aman diminum, namun berpotensi menjadi bahaya menginfeksi otak bila merambat ke dalam hidung dan menjadi parasit. Pemerintah Louisiana menganjurkan masyarakat untuk berhati-hati saat mandi atau berenang, terutama di kolam plastik anak-anak.

Masyarakat juga diharapkan tidak lompat ke dalam bathtub yang berisi air penuh, serta tidak membiarkan anak-anak bermain selang air tanpa pengawasan. Mereka juga diminta untuk menjaga kolam plastik dalam keadaan kering, dan hanya gunakan air yang sudah direbus mendidih atau steril untuk diminum. Langkah antisipasi lainnya adalah memastikan kolam renang telah steril.

Infeksi yang disebabkan amuba Naegleria Fowleri memang jarang ditemukan, namun dapat menyebabkan infeksi otak yang ekstrem. Infeksi ini disebut Primary Amebic Meningoencephalitis, yang dapat membunuh manusia dalam 12 hari.

Naegleria Fowleri juga nyaris membunuh gadis 12 tahun di Arkansas bernama Kali Hardig. Hardig terinfeksi Naegleria awal musim panas lalu setelah berenang di sebuah water park yang dasarnya berpasir. Hardig berhasil lolos dari maut, sementara satu orang temannya yang juga terinfeksi Naegleris meninggal dunia.

Sebelumnya Naegleria juga diduga menjadi penyebab meninggalnya seorang bocah asal Minnesota musim panas lalu, saat negara bagian ini 'tersengat' gelombang panas. Pada musim panas tahun 2011, amoeba ini juga membunuh empat orang di Virginia, Florida, Kansas dan Louisiana, kesemuanya terinfeksi setelah berenang di danau air tawar.


6 Pemicu Sakit Jantung: Dari Seafood Hingga Kemacetan Lalu-lintas

Jakarta - Bukan cuma garam dan makanan berlemak yang bisa menyebabkan sakit jantung. Di kehidupan sehari-hari, banyak hal-hal tak terduga yang juga bisa memicu sakit jantung, mulai dari seafood hingga kemacetan lalu lintas di kota besar.

Hal-hal tak terduga yang bisa memicu sakit jantung antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Healthy Living, Senin (16/9/2013).


Orang Tua Tolak Suntikan Vitamin K, 4 Bayi Alami Perdarahan Tiba-tiba

Tennesse, AS - Gangguan perdarahan pada bayi yang amat langka muncul di Tennesse, AS. Kondisi ini diperkirakan hanya dialami oleh 1 dari 100.000 bayi baru lahir. Penyebabnya diduga karena orang tua menolak bayinya mendapat suntikan vitamin K.

Sejak bulan Februari 2013 lalu, ada 4 bayi yang dikirim ke rumah sakit karena mengalami perdarahan pada otak ataupun saluran pencernaan, tapi bukan disebabkan karena cedera. Dokter mendiagnosis keempat bayi tersebut mengalami defisiensi vitamin K.

Keempat bayi tersebut belum mendapat pengobatan pencegahan yang sudah disediakan sejak tahun 1960. Dokter anak yang menangani menjelaskan bahwa kesemua orang tua bayi tersebut menolak bayinya disuntik karena khawatir akan efek sampingnya yang hanya berdasar pada informasi di internet.

"Kesemua pasien menolak diberi vitamin K. Anak-anak ini pada akhirnya menjalani operasi untuk mengambil sejumlah besar darah dari kepala atau mereka akan mati," kata Robert Sidonio, hematologi yang menangani bayi-bayi tersebut seperti dilansir USA Today, Senin (16/9/2013).

Sidinio menjelaskan beberapa anak-anak tersebut mengalami gangguan kejang dan akan memiliki gejala neurologis jangka panjang yang berhubungan dengan kejang dan keterlambatan perkembangan. Kesemua anak selamat, tapi 3 orang di antaranya sempat mengalami perdarahan otak cukup parah.

Awalnya kesemua bayi tersebut tampak sehat, namun mulai mengalami perdarahan beberapa minggu setelah dilahirkan. Menurut Anna Morad, seorang dokter anak di Vanderbilt, orangtua yang menolak suntikan vitamin K juga biasanya menolak vaksin hepatitis B.

Para dokter menyalahkan penelitian bohong, yaitu laporan tanpa dasar ilmiah yang masih beredar di internet, di mana mengaitkan vaksinasi dengan autisme serta mengaitkan suntikan vitamin K dengan penyakit leukemia.

"Pada sekitar tahun 2009 atau 2010, kita mulai melihat penurunan pasien yang mendapat suntikan vitamin K. Pada saat itu, kami menyusun sebuah komite dan mulai memberikan edukasi. Pada tahun 2011, kami mulai meminta orang tua menandatangani formulir yang menerangkan bahwa mereka mengerti risiko penurunan vitamin K," kata Morad

Sayangnya dalam 12 bulan terakhir, Morad mengatakan bahwa telah terjadi peningkatan jumlah orang tua yang menolak suntikan vitamin K. Hal ini juga diamini oleh Eric Palmer, neonatologis yang berpraktek di TriStar Centennial Medical Center.

"Orang tua menolak suntikan vitamin K karena berbagai alasan. Mereka tidak ingin bayinya mengalami nyeri karena disuntik. Mereka prihatin atas kemungkinan pengawet dalam vitamin atau terkait dengan penyakit tertentu. Ini tidak didukung oleh ilmu pengetahuan, tapi pasti karena berbagai informasi di Internet," terang Pamer.

Gangguan perdarahan lebih rentan terjadi saat ibu menyusui setelah menolak bayinya disuntik vitamin K. Para dokter telah meneliti bahwa bahwa suplemen oral vitamin K yang diberikan kepada bayi terbukti tidak efektif dalam mencegah gangguan perdarahan.




Ingin Bersihkan Rumah Agar Sehat? Jangan Lakukan 5 Kesalahan Utama Ini

Jakarta - Siapa tak ingin memiliki rumah yang bersih dan bebas kuman? Ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah datangnya kuman penyebab penyakit. Jika ingin melakukannya, pastikan Anda tidak melakukan kesalahan yang justru bisa membahayakan kesehatan.

Berikut 5 kesalahan utama yang harus dihindari saat membersihkan rumah, seperti dilansir Prevention, Selasa (17/9/2013):

1. Terlalu terburu-buru

Jika Anda menyemprotkan pembersih dan segera menyekanya dengan lap, maka ini akan memungkinkan kuman tak tersapu bersih. Seorang manajer pelatihan di Merry Maids, Debra Johnson, mengungkapkan bahwa pembersih mengelilingi partikel kuman dan mengangkat atau menghilangkan mereka. Oleh sebab itu, desinfektan perlu waktu sekitar 60 detik untuk kontak dengan benda untuk memaksimalkan kemampuan mereka membunuh bakteri dan organisme mikroskopis lainnya.

2. Mencampur berbagai macam pembersih

Donna Duberg, asisten profesor laboratorium klinis Saint Louis University, mengatakan bahwa ketika pemutih dan asam yang ditemukan di berbagai macam pembersih tercampur maka akan menciptakan gas klor, yaitu sebuah zat yang sangat beracun. Zat ini bahkan pernah digunakan sebagai senjata kimia dalam Perang Dunia I.

Jika Anda mencampurnya di dalam ruang tertutup, Anda bisa pingsan atau mungkin berakibat lebih buruk. Saran paling penting: Jangan campurkan pembersih apapun. Sebaiknya gunakan satu produk pada satu waktu.

3. Menggunakan sarung tangan karet Berkali-kali

Surfaktan yang terdapat di banyak pembersih dapat memudahkan zat beracun masuk ke kulit Anda. Pelarut umum seperti ethylene glycol eter dapat merusak sel-sel darah merah, ginjal, hati dan berpotensi menyebabkan kanker. Menurut studi dari Jagiellonian University Medical College, Polandia, zat ini juga memberi efek merugikan pada sistem reproduksi.

Gunakan sarung tangan lateks sekali pakai atau sarung tangan karet yang dapat digunakan kembali. Agar lebih mudah membedakannya, gunakan warna yang berbeda untuk setiap tugas. Misalnya warna hijau untuk mencuci piring dan kuning untuk membersihkan kamar mandi untuk menghindari kontaminasi silang.

4. Tidak mencuci bantal dan selimut

Kita semua tahu mencuci seprai dapat membunuh debu tungau, yaitu makhluk mikroskopis yang memakan protein seperti rambut manusia dan sel-sel kulit. Namun sayangnya kita sering mengabaikan benda lain yang juga bisa menjadi tempat mereka berkembang seperti bantal dan selimut.

Berdasarkan studi dari Annals of Allergy, Asthma & Immunology, kondisi asma dan alergi tak hanya dapat disebabkan oleh debu tungau, bulu dan serbuk sari, tetapi juga bisa akibat kontak dengan pakaian dan selimut yang terkontaminasi karena jarang dicuci. Gary Rachelefsky, MD, seorang profesor alergi dan imunologi di UCLA, merekomendasikan untuk mencuci bantal dan selimut setidaknya sebulan sekali.

5. Memakai semprotan pembersih berlebihan

Berlebihan selalu identik dengan hal yang tak baik. Menurut Donna, banyak pembersih yang beracun sehingga menggunakannya secara berlebihan juga tidak sehat.

"Terlalu banyak semprotan aerosol berarti lebih sering kontak dengan membran mukosa melalui mata, hidung, dan mulut. Ini dapat mengiritasi lapisan saluran udara dan paru-paru, serta menyebabkan respon alergi," papar Donna.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory Critical Care Medicine pada tahun 2007, orang yang menggunakan semprotan pembersih setidaknya sekali seminggu 49 persen lebih mungkin terkena gejala asma daripada mereka yang tidak menggunakannya sama sekali.


Latihan Kardio Terlalu Banyak Bukan Jaminan Cepat Langsing

Jakarta - Mitos kerap kali berseliweran di tengah kehidupan masyarakat, termasuk mitos tentang fitness. Seringkali orang melakukan fitness lantaran mendengar mitos-mitos yang beredar. Salah satunya tentang latihan kardio, di mana jika latihan kardio terlalu banyak maka akan cepat langsing.

Berikut 6 mitos tentang fitness yang sering diyakini banyak orang, sebagaimana dikutip dari Asia One, Selasa (17/9/2013):

1. Gerakan Tertentu Langsung Menghilangkan Lemak

Ini adalah raja dari segala mitos mengenai fitness. Banyak yang menyarankan agar melakukan gerakan tertentu untuk menghilangkan lemak pada daerah tubuh tertentu. Padahal lemak baru bisa dibilangka melalui metode sedot lemak atau liposuction.

Ketika berolahraga, tubuh akan membakar lemak di beberapa bagian tubuh, dalam tempo dan jangka waktu yang berbeda. Jadi bukan menghilangkan lemak dalam waktu singkat, yang benar adalah membakar lemak.

Untuk mengurangi timbunan lemak, tentu cara yang paling tepat adalah menjalankan fitness atau olahraga secara rutin. Cara ini akan menggerakkan berbagai otot dan sendi, sehingga akan memperkuat otot dan membakar lemak di seluruh tubuh.

2. Banyak Melakukan Kardio Agar Lemak Cepat Berkurang

Memang benar bahwa latihan kardio adalah cara yang tepat untuk 'mengusir' lemak dari tubuh. Akan tetapi jika dilakukan secara berlebihan atau di luar batas kemampuan, hal ini malah menjadi malapetaka.

Melakukan latihan kardio terlalu banyak akan 'memakan' otot. Kelangsungan metabolisme tubuh ditentukan oleh massa otot. Apabila kehilangan banyak massa otot, tubuh membutuhkan kalori yang lebih sedikit. Ini justru bisa jadi tanda-tanda kenaikan berat badan.

Solusi untuk mengurangi berat badan yang lebih baik adalah olahraga rutin, latihan kardio yang cukup, dan asupan nutrisi yang cukup.

3. Angkat beban membuat wanita lebih 'besar'

Yang membuat wanita lebih besar adalah dengan memakan cupcake, bukan angkat beban. Tubuh besar dan berotot yang dimiliki body-builder professional wanita diidentikkan dengan angkat beban. Padahal tubuh wanita tidak mempunyai hormon testosteron yang cukup untuk dapat memperoleh jumlah massa otot yang diinginkan.

Wanita yang berlatih angkat beban tetapi tidak menjalani training khusus untuk menambah massa otot, akan mendapatkan bentuk badan yang langsing dan fit seperti Jessica Biel. Riset membuktikan latihan angkat beban berat membantu mempertahankan massa tulang, terutama pada masa menjelang menopause.

4. Otot akan berubah menjadi lemak

Ini sama saja dengan menyebut daging kerbau bisa berubah menjadi daging sapi wagyu. Perlu Anda ketahui, otot dan lemak adalah tipe jaringan yang berbeda. Adalah mustahil jika salah satu di antaranya berubah menjadi salah satu lainnya.

Ketika berhenti berolahraga atau fitness, Anda akan kehilangan massa otot. Semakin lama Anda beristirahat dari fitness, semakin banyak massa otot yang hilang. Ini menyebabkan perubahan pada metabolisme tubuh.

Lebih parah lagi, lama kelamaan otot Anda akan menggelambir. Munculnya gelambir ini bukan berarti otot Anda berubah menjadi lemak.

5. Olahraga Cukup, Diet Tidak Perlu

Bagaimana pun juga, menjalankan gaya hidup aktif dan olahraga rutin tidak serta merta membuat Anda berhenti menjalani diet yang sehat dan seimbang. Jalani gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga, juga mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

6. Mengurangi asupan karbohidrat

Sejak munculnya diet Atkin yang menggencarkan metode diet rendah karbohidrat-protein tinggi-lemak tinggi di awal tahun 2000-an, karbohidrat kehilangan reputasi di kalangan para pediet. Bagaimanapun juga, karbohidrat mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi normal.

Mengindari makanan berkarbohidrat akan membuat tubuh lemas dan cepat lelah, yang pada akhirnya berpengaruh pada penampilan. Cara yang terbaik adalah mengonsumsi karbohidrat yang tepat, yang kaya akan serat, seperti oatmeal dan roti gandum. Dengan begitu, Anda dapat mempertahankan berat badan sekaligus kesehatan tubuh.


Kesalahan Sepele yang Bikin Olahraga Pagi Hilang Manfaatnya

Jakarta - Olahraga sangat dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh, apalagi di pagi hari saat udara masih segar karena bebas dari polusi. Sayang, kesalahan-kesalahan sepele tanpa disadari telah membuat olahraga pagi kehilangan manfaatnya.

Berikut ini kesalahan-kesalahan sepele yang kerap dilakukan, dan telah membuat segala manfaat olahraga pagi tidak bisa maksimal, seperti dikutip dari Fitsugar, Selasa (17/9/2013).


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...