Thursday, April 25, 2013

Apakah Cara Menyikat Gigi Anda Sudah Benar? Cek di Sini

Jakarta - Kelihatannya sepele tapi kegiatan yang satu ini punya manfaat yang sangat besar. Jika diabaikan atau dilakukan asal-asalan bisa menyebabkan sakit gigi bahkan bau mulut. Ya, menyikat gigi harus dilakukan dengan cara yang benar. Nah, sudahkah Anda melakukannya dengan benar?

Dikutip dari Times of India, Kamis(25/4/2013), ahli estetika gigi dr Sushant Umre berbagi tentang hal-hal penting dalam perawatan mulut, sebagai berikut:

Cara Paling Tepat Menyikat Gigi

1. Menyikat gigi dengan tepat penting untuk membersihkan gigi dan gusi secara efektif. Gunakan sikat gigi yang lembut berbahan nilon, yang memiliki bentuk lingkaran. Bahan dan bentuk ini tidak akan mengiritasi gigi dan tidak akan menimbulkan kerusakan pada gusi.

2. Tempatkan bulu sikat di sepanjang garis gusi pada sudut 45 derajat. Bulu harus terhubung pada kedua permukaan gigi dan gusi.

3. Pertama sikat dengan lembut bagian permukaan gigi bagian luar, kemudian permukaan bagian dalam gigi dengan gerakan 'bergetar' ke belakang dan gerakan berputar. Miringkan sikat secara vertikal di belakang barisan depan gigi.

4. Buatlah beberapa gerakan naik dan turun menggunakan setengah sikat depan. Tempatkan sikat pada sela gigi dan gunakan bagian belakang yang lembut untuk menyikat lidah. Sikat lidah dari belakang ke depan untuk menghilangkan bakteri penghasil bau.

5. Awasi anak-anak dalam menyikat gigi sampai mereka memahami benar langkah sederhana ini. Gunakan pasta gigi seukuran kacang, dan sebaiknya bebas flouride. Jika anak berusia di bawah enam tahun, pastikan mereka tidak menelan pasta gigi.

Pasta Gigi dan Sikat Gigi yang Benar

Kebanyakan dokter gigi menyarankan untuk menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut, terutama bagi orang-orang yang memiliki gigi dan gusi sensitif. Orang dewasa maupun anak-anak harus menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut. Sikat gigi dengan bulu keras tidak lebih efektif dalam menghilangkan plak atau noda.

Pastikan juga untuk memilih ukuran kepala sikat gigi yang dapat dengan mudah masuk ke mulut dan mampu menyikat deretan gigi bersamaan. Ingatlah juga bahwa sikat gigi harus diganti setiap tiga bulan atau lebih awal jika bulu mulai terlihat aus atau usang (bulu sudah membentuk kipas keluar atau mengembang merupakan tanda bahwa sudah waktunya untuk mengganti sikat gigi).

Setelah berkonsultasi dengan dokter gigi atau ahli kesehatan tentang kebutuhan terpenting kesehatan mulut Anda, carilah produk yang kategorinya cocok untuk Anda. Pilihlah selalu pasta gigi yang mengandung fluoride. Sebab pasta gigi yang mengandung fluoride telah terbukti mencegah gigi berlubang, tetapi kandungan ini tidak dapat digunakan pada anak di bawah usia enam tahun karena mereka memiliki kecenderungan untuk menelan pasta gigi.

Berkumur Setelah Makan

Segeralah berkumur setelah makan. Sebab seusai makan, partikel makanan akan tinggal dalam mulut sehingga mengumpulkan bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut. Makanan yang berkumpul di sela gigi, di lidah dan di sekitar gusi dapat membusuk dan meninggalkan bau yang tidak menyenangkan.

Gigi palsu yang tidak dibersihkan dengan benar setelah makan juga dapat menjadi sarang bakteri yang menyebabkan bau. Selain itu batasi kopi, teh dan alkohol. Produk kafein seperti kopi, teh dan cola akan bertindak sebagai diuretik yang pada gilirannya berkontribusi pada mulut kering. Air adalah solusi terbaik, sehingga minumlah air setidaknya 8-12 gelas cairan sehari, kecuali jika ada saran tertentu dari dokter Anda.

Mengatasi Bau Mulut

Makanan tertentu, seperti bawang putih, berkontribusi terhadap bau nafas. Setelah makanan diserap ke dalam aliran darah, selanjutnya akan ditransfer ke paru-paru dan akan dikeluarkan kembali.

Menyikat gigi, menggunakan flossing dan obat kumur hanya akan menutupi bau sementara. Bau akan berlanjut sampai tubuh menghilangkan makanan. Hati-hati juga ketika diet, karena dapat menyebabkan napas yang tak sedap lantaran jarang makan.

Bau mulut juga dapat disebabkan oleh mulut kering (xerostomia), yang terjadi saat aliran air liur berkurang. Padahal air liur diperlukan untuk membersihkan mulut dan menghilangkan partikel yang dapat menyebabkan bau.

Mulut kering dapat disebabkan oleh berbagai obat, masalah pada kelenjar ludah atau bernafas terus-menerus melalui mulut. Jika Anda menderita kondisi mulut kering, dokter gigi Anda mungkin akan memberikan resep saliva buatan, atau menyarankan untuk memakan permen tanpa gula dan meningkatkan asupan cairan.

Produk tembakau juga dapat menyebabkan bau mulut. Jika Anda seorang perokok, mintalah dokter gigi Anda untuk memberi tips menghilangkan kebiasaan tersebut.

Jika Anda berpikir Anda memiliki bau mulut yang konstan, maka jagalah makanan yang Anda makan dan obat-obatan yang Anda ambil. Beberapa obat mungkin berperan dalam menciptakan bau mulut.

Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride akan sangat baik untuk menghilangkan sisa-sisa makanan dan plak. Sikat juga lidah Anda. Sekali sehari, Anda juga perlu menggunakan benang atau pembersih interdental untuk membersihkan sela-sela gigi.

Perawatan Gusi

Periodontal (gusi) merupakan penyakit infeksi di sekitar jaringan dan juga gigi. Ini adalah penyebab utama hilangnya gigi pada orang dewasa.

Periodontal (gusi) merupakan penyakit yang disebabkan oleh plak, lapisan lengket bakteri yang terus-menerus terbentuk pada gigi. Bakteri akan membuat racun yang dapat merusak gusi.

Nah, Anda dapat mencegah penyakit periodontal ini dengan memperhatikan dengan baik gusi Anda setiap hari dan melakukan pemeriksaan gigi teratur.

Berikut adalah cara untuk menjaga gusi tetap sehat:

- Sikat gigi Anda dengan baik dua kali sehari
- Bersihkan sela-sela gigi setiap hari
- Makan makanan yang seimbang
- Pilih berbagai makanan dari kelompok makanan dasar, seperti roti, sereal dan produk biji-bijian lain, buah-buahan, sayuran, daging, unggas dan ikan, dan produk susu, seperti susu, keju dan yoghurt. Batasi camilan di antara jam makan
- Kunjungi dokter gigi Anda setiap beberapa bulan secara teratur

Ingat, perawatan gigi yang tepat dapat dimulai sebelum bayi mendapat gigi pertamanya. Karenanya, segera setelah bayi mendapatkan gigi pertama, buatlah janji untuk bertemu dokter gigi.


Kepulauan Seribu, Penerima Sertifikat Eliminasi Malaria Pertama RI

Jakarta - Malaria merupakan salah satu penyakit mematikan. Sejak tahun 2007, Indonesia pun secara bertahap berupaya mencapai eliminasi bebas malaria. Nah, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu telah berhasil menjadi penerima sertifikat yang pertama.

Sertifikat ini diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, kepada jajaran Pemerintah Daerah dan masyarakat Kepulauan Seribu yang diwakili oleh Bupati Administratif Kepulauan Seribu, H. Disyanto, didampingi Deputi Gubernur DKI Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman, Dr. Syahrul Effendi, SHMM, dalam acara puncak peringatan Hari Malaria Sedunia di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto Kav 37, Jakarta, Kamis (25/4/2013).

"Keberhasilan ini merupakan bukti bahwa kita mampu mengeliminasi malaria dari wilayah Indonesia. Saya yakin, di tahun mendatang secara bertahap satu demi satu wilayah di Indonesia akan bebas dari penyakit malaria," ujar dr Nafsiah.

Eliminasi Malaria adalah komitmen global yang disepakati pada Sidang Majelis Kesehatan Dunia 2007. Mengutip data dari World Malaria Report 2012, dari 104 negara endemis malaria, terdapat 79 negara yang diklasifikan berada dalam fase pemberantasan malaria, 10 negara dalam fase pre-eliminasi dan 10 negara lainnya sudah berada dalam fase eliminasi.

Dr Nafsiah melanjutkan malaria merupakan masalah yang kompleks. Hal ini dikarenakan bahwa penyebaran malaria berkaitan dengan masalah lingkungan, perubahan iklim, mobilitas penduduk, dan perilaku masyarakat.

"Karena itu eliminasi malaria harus melibatkan semua komponen masyarakat, dilakukan secara persisten dan terus-menerus, serta diarahkan pada sasaran yang tepat agar memberi hasil yang maksimal," ungkap dr Nafsiah.

Penyerahan sertifikat Eliminasi Malaria ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian Puncak peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) 2013 yang bertema nasional 'Bebas Malaria, Investasi Masa Depan Bangsa'.


Ingin Secantik Aktris, Wajah Perempuan Ini Malah 'Babak Belur'

London - Jo Sanford mengagumi kecantikan aktris Martine McCutcheon. Ibu rumah tangga ini pun berambisi untuk memiliki wajah secantik sang idola. Namun apa lacur, setelah melakukan injeksi filler, wajahnya malah 'babak belur'.

Mulanya Jo hanya sering memandangi gambar Martine McCutcheon yang memiliki tulang pipi tinggi menawan. Perempuan 35 tahun itu merasa tulang pipinya tidak cukup penuh, apalagi kerut-kerut di wajah sudah mulai muncul. Akhirnya dia pun memutuskan untuk mendapatkan suntikan dermafiller agar terlihat seperti Martine McCutcheon.

Tahun lalu, perempuan asal London, Inggris ini mengembangkan infeksi yang mengancam nyawa. Hal itu terjadi ketika filler yang diinjeksikan ke wajahnya hancur di bawah kulit. Karena wajahnya 'babak belur' dia pun harus dibawa ke rumah sakit.

"Saya ingin punya wajah berbentuk hati seperti Martine. Saya pikir filler akan memberi yang saya inginkan, tetapi pada akhirnya malah hampir menghancurkan hidup saya," tutur Jo seperti dikutip dari Mirror, Kamis (25/4/2013).

Jo lantas mengisahkan pengalaman mengerikannya itu. Dipaparkannya, empat tahun lalu dia pergi ke sebuah klinik di London dan meminta filler permanen yang dipikirnya akan lebih murah ketimbang filler reguler. Petugas di klinik mengatakan tidak menyukai permafiller dan menyarankan produk yang mereka miliki.

"Bodohnya, saya tidak mendengarkan. Saya pun mencari dokter yang bersedia untuk melakukannya," ucap Jo.

Akhirnya Jo pergi ke suatu tempat dan mendapatkan tiga botol kecil filler permanen seharga 500 pound sterling atau sekitar Rp 7,4 juta. Belakangan dia baru tahu filler itu adalah Bio-Alcamid yang telah ditarik dari pasar.

Filler itu kemudian disuntikkan ke pipinya oleh seorang ahli bedah swasta. Butuh waktu 30 menit untuk melakukan prosedur kecantikan itu. Kemudian Jo merasa sangat puas dengan penampilan barunya.

"Tiba-tiba tahun lalu saya bermasalah dengan salah satu pipi. Rasanya sakit dan sangat bengkak, sehingga mata saya sudah hampir ditutup," ucap Jo.

Wajah Jo memang 'babak-belur' seperti habis dibogem. Tubuhnya demam dan keringat terus mengalir. Sementara itu wajahnya terasa terbakar. Ternyata hal itu terjadi lantaran pipi kanan Jo mengalami infeksi. Dia pun harus dirawat di RS.

"Setelah tiga hari saya mulai merasa lebih baik. Tapi seminggu kemudian, saya mulai merasa sakit lagi. Saya tidak bisa membuka mata dan pipi saya terasa panas saat disentuh," terang Jo.

Akhirnya sang suami, Marcolm, kembali melarikan Jo ke RS. Setelah scan dilakukan diketahui Jo tidak hanya infeksi namun filler telah bermigrasi dan hancur di kedua pipinya. Operasi darurat pun dilakukan untuk mengeluarkan filler, namun tidak semua fragmennya berhasil dikeluarkan.

"Itu menakutkan sekali, dan saya pikir saya akan mati. Mereka mengatakan infeksi itu sudah menuju otak," imbuh perempuan berambut panjang ini.

Namun pihak RS hanya menghilangkan filler di satu pipi yang membahayakan nyawa Jo. Selanjutnya RS merekomendasikan Jo untuk pergi ke ahli bedahnya demi memperbaiki pipinya.

"Saya kembali ke klinik swasta itu dan mereka membersihkan sisa (filler)-nya. Tapi hal itu membuat pipi saya penyok dan kulit yang kendur," ujar Jo sedih.

Jo harus keluar uang banyak demi memperbaiki 'babak-belur' di wajahnya. Sejauh ini dia telah menghabiskan 4.000 pound sterling atau sekitar Rp 59,5 juta untuk mengisi pipinya yang penyok dengan lemak.

"Ini adalah proses yang panjang dan lama. Operasi korektif akan memakan waktu dua tahun,"" ucap Jo.

Jo adalah satu dari sekitar 100 ribu orang dalam setahun yang menjalani prosedur suntik filler untuk memperbaiki wajah dan tubuh yang kendur. Kebanyakan hal itu dilakukan karena ingin tampil semenarik selebriti.

Perlu Kontrol Ketat

dr Sir Bruce Keogh yang merupakan Direktur Medis dan Pelayanan Kesehatan menyerukan adanya kontrol yang lebih ketat pada prosedur filler dan semacamnya.
Apalagi saat ini hampir setiap terapis kecantikan dapat melaksanakan prosedur seperti itu. Namun kurangnya pelatihan membuat munculnya terapis abal-abal. Ke depannya perlu diatur agar injeksi filler seharusnya sesuai resep.

Sementara itu Dr Aamer Khan yang menjalankan Harley Street Skin Clinic, sebuah klinik dengan reputasi bagus di London, menyebut tidak semua klinik memiliki standar yang tinggi. Menurutnya di Inggris seseorang bisa saja menyebut dirinya praktisi estetika dan bisa menyuntikkan sesuatu ke wajah meskipun tidak memiliki pengetahuan apapun.

"Anda dapat membeli filler dan jarum suntik secara online dan bahkan tidak harus menggunakan produk yang disetujui," ucap Dr Khan.

Dia menjelaskan anatomi wajah setiap manusia adalah unik. Karena itu dibutuhkan seorang dokter atau ahli bedah untuk mengelola suntikan ke lokasi yang tepat.

"Salah tempat dapat menyebabkan cacat seumur hidup atau bahkan kefatalan," sambung Dr Khan.

Jika injeksi filler dilakukan oleh orang yang salah, maka bisa menimbulkan benjolan yang tidak enak dilihat. Bisa pula terjadi kecacatan maupun kerusakan saraf. Kesalahan dalam injeksi filler merupakan bom waktu bagi tubuh yang dampaknya akan dialami bertahun-tahun kemudian.


Tubuh Sakit karena Terlalu Lama dalam Ruangan? Itu Nature Deficit Disorder

Jakarta - Perkembangan teknologi membuat kehidupan masyarakat Amerika zaman sekarang menjadi jauh lebih praktis dari sebelumnya. Namun kondisi ini juga berarti tingkat stres mereka tinggi dan tak banyak waktu yang mereka habiskan untuk beraktivitas di luar ruangan.

Hal ini terungkap setelah belakangan The Nature Conservancy, sebuah organisasi lingkungan dari AS bekerjasama dengan majalah Women's Health menggelar polling dan mencari tahu berapa banyak waktu yang dihabiskan para wanita Amerika di luar rumah.

Hasilnya, meskipun sebagian besar wanita di Amerika tahu bahwa aktivitas di luar rumah baik bagi kesehatan mereka, nyatanya hanya 25 persen wanita yang benar-benar keluar rumah untuk meredakan stres yang dialaminya. Polling ini juga memperlihatkan hanya 40 persen wanita yang menghabiskan waktu di luar rumah sedikitnya 1-2 hari per minggu.

"Kondisi ini memunculkan gagasan bagi Richard Louv, penulis buku The Nature Principle untuk menciptakan istilah Nature Deficit Disorder. Istilah ini menunjukkan betapa kita semakin lama semakin tak terkoneksi dengan alam sehingga kita mengalami gangguan kesehatan karenanya," terang jubir The Nature Conservancy, Stephanie Wear.

Untuk itu, Wear juga percaya nature deficit disorder ini merupakan salah satu isu kesehatan publik karena efek negatif terhadap kesehatannya cukup luas seperti risiko obesitas, kanker, penyakit jantung, gangguan kecemasan dan depresi yang tinggi.

Survei ini pun menemukan bahwa hambatan nomor satu yang menghalangi banyak orang untuk keluar rumah adalah cuaca yang terlalu panas, terlalu dingin atau hujan. Hambatan terbesar kedua adalah gaya hidup yang sibuk sehingga tak banyak waktu untuk keluar rumah.

Padahal menghabiskan sedikit waktu saja di luar rumah dapat memberikan efek positif bagi tubuh.

"Apa yang mereka temukan adalah ketika Anda keluar rumah dan berinteraksi dengan alam, hormon stres atau kortisol Anda akan menurun, tekanan darah Anda juga turun, begitu juga dengan resting heart rate (denyut jantung ketika beristirahat) ikut menurun sehingga Anda merasa lebih baik dari sebelumnya," kata Wear.

"Bahkan efeknya terjadi secara langsung. Hanya dengan 15 menit berada di alam terbuka maka Anda akan mendapatkan manfaat kesehatan yang luar biasa," tutupnya seperti dilansir Foxnews, Kamis (25/4/2013).




Mau Kurangi Risiko Malaria & Demam Berdarah? Peliharalah Ikan Cupang

Jakarta - Banyaknya kasus malaria dan demam berdarah yang menyerang masyarakat harus ditanggapi serius dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, ada solusi lain untuk mengurangi risikonya, yaitu dengan memelihara ikan cupang.

Ikan cupang (Ctenops vittatus) merupakan salah satu jenis ikan yang dapat membantu manusia mengendalikan vektor malaria. Vektor ini berupa jentik yang nantinya akan berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Nyamuk dewasa, khususnya nyamuk betina dengan jenis Anopheles (untuk malaria) dan Aedes aegypti (untuk demam berdarah), secara rutin akan terus bertelur 3 hari setelah mengisap darah manusia. Sehingga jika tidak diberantas sejak masih jentik, pengendaliannya akan semakin sulit.

"Ikan cupang ini bisa memakan jentik-jentik nyamuk yang terdapat di air, sehingga tidak perlu diberi makan lagi. Mendapatkannya pun cukup mudah," ujar Sarjono, staf Subdirektorat Pengendalian Vektor Kementerian Kesehatan RI kepada detikHealth dalam acara puncak peringatan Hari Malaria Sedunia di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto Kav 37, Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Setiap jenis nyamuk juga memiliki ciri jentik yang berbeda. Untuk jentik nyamuk Anopheles, biasanya akan mengambang dan sejajar dengan permukaan air. Sedangkan jentik nyamuk Aedes aegypti biasanya lebih senang bergerak bebas di dalam air, bahkan menyudut di dasar air.

Genangan air yang terdapat di rumah, seperti di bak mandi, vas bunga, atau di dalam kolam ikan, tidak disadari memiliki jentik nyamuk yang berisiko menimbulkan penyakit malaria dan demam berdarah kepada para penghuninya. Sehingga pemeliharaan ikan cupang dianggap sebagai salah satu pengendalian vektor yang mudah.

"Selain ikan cupang, bisa juga digunakan ikan cere, ikan kepala timah (Aplocheilus panchax), atau ikan guppy (Poecelia reticula)," lanjut Sarjono.

Pengendalian dengan menggunakan ikan cupang ini merupakan salah satu dari pengendalian non-kimiawi terhadap vektor malaria dan demam berdarah. Selain dengan menggunakan ikan cupang, pengendalian non-kimiawi lainnya bisa berupa modifikasi lingkungan, yaitu penimbunan kolam dan pengeringan genangan air yang terdapat di sekitar rumah.


Benarkah Kecoa dapat Sebarkan Cacing Parasit Jika Digencet?

Jakarta - Belakangan beredar kabar di Facebook yang menyarankan untuk tidak membunuh kecoa dengan cara dipukul sampai keluar isi perutnya. Alasannya karena di dalam perut kecoa terdapat cacing yang bisa masuk ke dalam tubuh lewat pori-pori atau luka. Benarkah demikian?

"Saya belum pernah menemui ada literatur yang menyebutkan bahwa cacing bisa menginfeksi kecoa lalu menular ke manusia. Kabar tersebut perlu dilacak sumbernya. Kalau dari Kementerian Kesehatan baru bisa dipercaya," kata dr Chabib Afwan, Deputi Zoonosis Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat RI ketika dihubungi detikHealth, Kamis (25/4/2013).

Menurut dr Chabib, beberapa jurnal-jurnal penelitian internasional belum pernah menyebutkan bahwa cacing bisa menginfeksi kecoa lantas dapat menginfeksi manusia. Beberapa serangga memang dikenal dapat menyebarkan parasit cacing, misalnya cacing filaria penyebab kaki gajah yang disebarkan oleh nyamuk.

Walau demikian, kemungkinan keberadaan cacing di perut kecoa ini tetap ada. Menurut Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian Bogor, kecoa hidup di tempat-tempat yang kotor. Kecoa juga memiliki sifat omnivora, memakan segala jenis makanan, termasuk sisa makanan dan sampah.

"Kecoa ini kan memiliki sifat grooming (membersihkan diri) yah. Ketika habis melewati tempat-tempat kotor, dia akan menjilat-njilati tubuhnya. Bisa saja telur cacing yang menempel masuk ke dalam tubuhnya masuk kemudian menetas di perutnya," terang dr Upik.

Untuk jenis cacing yang bisa menginfeksi kecoa, dr Upik menerangkan bahwa cacing-cacing pencernaan manusia bisa saja masuk. Terutama apabila kecoa habis melewati septic tank. Walau demikian, dr Upik menegaskan bahwa kebanyakan kasus infeksi cacing terjadi lewat makanan, bukan lewat kecoa.

Isu mengenai bahaya cacing kecil yang menginfeksi kecoa dan bisa menular kepada manusia ini menyebar lewat postingan di Facebook. Adapun bunyi peringatan tersebut adalah sebagai berikut:

'Bila anda melihat binatang kecoak di rumah, jangan anda memukulnya sampai mati bahkan sampai (maaf) isi perut kecoak meletet keluar.

Karena di dalam perut kecoa terdapat cacing halus/lembut yg tetap hidup meskipun diluar dari tubuh kecoak. Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh kecoak (perut) dia akan bergerak untuk mencari tempat/indukan baru.

Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat kasat mata bila jarak pandang sekitar 10-20cm.

Untuk melihat cacing ini, anda dapat menaruh isi perut kecoak diatas kertas hitam atau diatas cermin... disitu akan terlihat pergerakannya.

Sangat berbahaya apabila cacing ini sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) karena dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulit luar. Akan jauh lebih baik membasmi kecoak cukup dengan menggunakan semprotan anti serangga, yang dapat membunuh kecoak tanpa harus memukul hingga mengeluarkan isi perutnya.

semoga info ini dapat bermanfaat bagi kita semua..'



Pelaku Bom Boston Diduga Lakukan Aksi karena Otak Rusak Akibat Bertinju

Jakarta - Teror bom Boston sudah menemui jalan terang dengan tertangkapnya dua orang pelaku. Salah seorang pelaku bernama Tamerlan Tsarnaev yang terbunuh dalam upaya penangkapan ternyata adalah seorang petinju. Muncul spekulasi bahwa tindakan terornya ini dipengaruhi cedera otak akibat bertinju.

Sejak meledaknya bom di Boston beberapa saat lalu, FBI telah berupaya menyelidiki motif di balik upaya teror ini. Beberapa orang menyatakan bahwa kedua orang pelaku yang berasal dari Chechnya ini mengalami cuci otak. Belakangan muncul spekulasi pelaku pengeboman yang menewaskan 3 orang ini mengalami kerusakan otak.

Tamerlan Tsarnaev pernah memenangkan kejuaraan tinju amatir New England Golden Gloves pada tahun 2009 dan 2010. Tamerlan juga dikenal sebagai seorang petinju amatir yang sangat disiplin. Sementara itu, berbagai penelitian menemukan banyaknya kasus petinju yang mengalami cedera otak sehingga memunculkan pendapat bahwa perilaku Tamerlan disebabkan karena cedera otak.

Sejak tahun 1950-an, para peneliti telah menemukan para petinju cenderung mengalami kerusakan otak yang disebut chronic traumatic encephalopathy (CTE). Penyakit ini merupakan penyakit degeneratif yang hanya dialami beberapa penderita gegar otak dan cedera kepala lainnya.

Diperkirakan sekitar 4.000 mantan pemain National Football League (NFL) di AS saat ini menggugat liga atas cedera kepala yang mereka alami. Menurut para pemain ini, penyakit mereka disebabkan gegar otak karena pemilik klub dan pengelola liga lebih berfokus pada keuntungan ketimbang pemain.

"Istilah CTE lebih menggambarkan penyakit neurodegeneratif yang disebabkan atau setidaknya sebagian disebabkan oleh trauma otak yang berulang," kata Dr Robert Stern, pendiri Boston University's Center for the Study of Traumatic Encephalopathy seperti dilansir Medical Daily, Kamis (25/4/2013).

Penyakit ini hanya bisa dideteksi dengan menemukan protein penanda yang diproduksi ketika terjadi peregangan pada koneksi saraf. Pada orang tua yang mengidap penyakit ini, gejala penyakitnya berupa gangguan memori, rentang perhatian dan kemampuan belajar. Kesemua gejala tersebut berhubungan dengan penyakit Alzheimer.

Penderita penyakit ini juga cenderung menunjukkan perilaku impulsif, marah dan paranoia. Pada orang yang lebih muda, hilangnya kemampuan kognitif baru muncul di kemudian hari yang diawali dengan masalah perilaku. Namun kemungkinan cedera otak yang memicu perilaku Tamerlav masih menjadi perdebatan.

"(Dalam kasus Tamerlav) Ada banyak alat peledak yang disatukan dalam cara yang sangat terencana. Tidak ada kesalahan di sini, tidak impulsif. Ini bukan apa yang Anda lihat pada orang muda yang mengalami CTE," kata dr Robert Cantu dari Boston University dan direktur Encephalopathy Center.

Menurut Cantu, meskipun Tamerlav mungkin memiliki penyakit CTE, agaknya bukan penyakit ini yang memicunya melakukan peledakan bom yang cukup terencana. Sebab tampaknya, peledakan bom dan kemungkinan cedera otak yang dilakukannya terjadi tanpa hubungan sebab akibat.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...