Thursday, April 25, 2013

Tubuh Sakit karena Terlalu Lama dalam Ruangan? Itu Nature Deficit Disorder

Jakarta - Perkembangan teknologi membuat kehidupan masyarakat Amerika zaman sekarang menjadi jauh lebih praktis dari sebelumnya. Namun kondisi ini juga berarti tingkat stres mereka tinggi dan tak banyak waktu yang mereka habiskan untuk beraktivitas di luar ruangan.

Hal ini terungkap setelah belakangan The Nature Conservancy, sebuah organisasi lingkungan dari AS bekerjasama dengan majalah Women's Health menggelar polling dan mencari tahu berapa banyak waktu yang dihabiskan para wanita Amerika di luar rumah.

Hasilnya, meskipun sebagian besar wanita di Amerika tahu bahwa aktivitas di luar rumah baik bagi kesehatan mereka, nyatanya hanya 25 persen wanita yang benar-benar keluar rumah untuk meredakan stres yang dialaminya. Polling ini juga memperlihatkan hanya 40 persen wanita yang menghabiskan waktu di luar rumah sedikitnya 1-2 hari per minggu.

"Kondisi ini memunculkan gagasan bagi Richard Louv, penulis buku The Nature Principle untuk menciptakan istilah Nature Deficit Disorder. Istilah ini menunjukkan betapa kita semakin lama semakin tak terkoneksi dengan alam sehingga kita mengalami gangguan kesehatan karenanya," terang jubir The Nature Conservancy, Stephanie Wear.

Untuk itu, Wear juga percaya nature deficit disorder ini merupakan salah satu isu kesehatan publik karena efek negatif terhadap kesehatannya cukup luas seperti risiko obesitas, kanker, penyakit jantung, gangguan kecemasan dan depresi yang tinggi.

Survei ini pun menemukan bahwa hambatan nomor satu yang menghalangi banyak orang untuk keluar rumah adalah cuaca yang terlalu panas, terlalu dingin atau hujan. Hambatan terbesar kedua adalah gaya hidup yang sibuk sehingga tak banyak waktu untuk keluar rumah.

Padahal menghabiskan sedikit waktu saja di luar rumah dapat memberikan efek positif bagi tubuh.

"Apa yang mereka temukan adalah ketika Anda keluar rumah dan berinteraksi dengan alam, hormon stres atau kortisol Anda akan menurun, tekanan darah Anda juga turun, begitu juga dengan resting heart rate (denyut jantung ketika beristirahat) ikut menurun sehingga Anda merasa lebih baik dari sebelumnya," kata Wear.

"Bahkan efeknya terjadi secara langsung. Hanya dengan 15 menit berada di alam terbuka maka Anda akan mendapatkan manfaat kesehatan yang luar biasa," tutupnya seperti dilansir Foxnews, Kamis (25/4/2013).




Mau Kurangi Risiko Malaria & Demam Berdarah? Peliharalah Ikan Cupang

Jakarta - Banyaknya kasus malaria dan demam berdarah yang menyerang masyarakat harus ditanggapi serius dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, ada solusi lain untuk mengurangi risikonya, yaitu dengan memelihara ikan cupang.

Ikan cupang (Ctenops vittatus) merupakan salah satu jenis ikan yang dapat membantu manusia mengendalikan vektor malaria. Vektor ini berupa jentik yang nantinya akan berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Nyamuk dewasa, khususnya nyamuk betina dengan jenis Anopheles (untuk malaria) dan Aedes aegypti (untuk demam berdarah), secara rutin akan terus bertelur 3 hari setelah mengisap darah manusia. Sehingga jika tidak diberantas sejak masih jentik, pengendaliannya akan semakin sulit.

"Ikan cupang ini bisa memakan jentik-jentik nyamuk yang terdapat di air, sehingga tidak perlu diberi makan lagi. Mendapatkannya pun cukup mudah," ujar Sarjono, staf Subdirektorat Pengendalian Vektor Kementerian Kesehatan RI kepada detikHealth dalam acara puncak peringatan Hari Malaria Sedunia di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto Kav 37, Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Setiap jenis nyamuk juga memiliki ciri jentik yang berbeda. Untuk jentik nyamuk Anopheles, biasanya akan mengambang dan sejajar dengan permukaan air. Sedangkan jentik nyamuk Aedes aegypti biasanya lebih senang bergerak bebas di dalam air, bahkan menyudut di dasar air.

Genangan air yang terdapat di rumah, seperti di bak mandi, vas bunga, atau di dalam kolam ikan, tidak disadari memiliki jentik nyamuk yang berisiko menimbulkan penyakit malaria dan demam berdarah kepada para penghuninya. Sehingga pemeliharaan ikan cupang dianggap sebagai salah satu pengendalian vektor yang mudah.

"Selain ikan cupang, bisa juga digunakan ikan cere, ikan kepala timah (Aplocheilus panchax), atau ikan guppy (Poecelia reticula)," lanjut Sarjono.

Pengendalian dengan menggunakan ikan cupang ini merupakan salah satu dari pengendalian non-kimiawi terhadap vektor malaria dan demam berdarah. Selain dengan menggunakan ikan cupang, pengendalian non-kimiawi lainnya bisa berupa modifikasi lingkungan, yaitu penimbunan kolam dan pengeringan genangan air yang terdapat di sekitar rumah.


Benarkah Kecoa dapat Sebarkan Cacing Parasit Jika Digencet?

Jakarta - Belakangan beredar kabar di Facebook yang menyarankan untuk tidak membunuh kecoa dengan cara dipukul sampai keluar isi perutnya. Alasannya karena di dalam perut kecoa terdapat cacing yang bisa masuk ke dalam tubuh lewat pori-pori atau luka. Benarkah demikian?

"Saya belum pernah menemui ada literatur yang menyebutkan bahwa cacing bisa menginfeksi kecoa lalu menular ke manusia. Kabar tersebut perlu dilacak sumbernya. Kalau dari Kementerian Kesehatan baru bisa dipercaya," kata dr Chabib Afwan, Deputi Zoonosis Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat RI ketika dihubungi detikHealth, Kamis (25/4/2013).

Menurut dr Chabib, beberapa jurnal-jurnal penelitian internasional belum pernah menyebutkan bahwa cacing bisa menginfeksi kecoa lantas dapat menginfeksi manusia. Beberapa serangga memang dikenal dapat menyebarkan parasit cacing, misalnya cacing filaria penyebab kaki gajah yang disebarkan oleh nyamuk.

Walau demikian, kemungkinan keberadaan cacing di perut kecoa ini tetap ada. Menurut Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian Bogor, kecoa hidup di tempat-tempat yang kotor. Kecoa juga memiliki sifat omnivora, memakan segala jenis makanan, termasuk sisa makanan dan sampah.

"Kecoa ini kan memiliki sifat grooming (membersihkan diri) yah. Ketika habis melewati tempat-tempat kotor, dia akan menjilat-njilati tubuhnya. Bisa saja telur cacing yang menempel masuk ke dalam tubuhnya masuk kemudian menetas di perutnya," terang dr Upik.

Untuk jenis cacing yang bisa menginfeksi kecoa, dr Upik menerangkan bahwa cacing-cacing pencernaan manusia bisa saja masuk. Terutama apabila kecoa habis melewati septic tank. Walau demikian, dr Upik menegaskan bahwa kebanyakan kasus infeksi cacing terjadi lewat makanan, bukan lewat kecoa.

Isu mengenai bahaya cacing kecil yang menginfeksi kecoa dan bisa menular kepada manusia ini menyebar lewat postingan di Facebook. Adapun bunyi peringatan tersebut adalah sebagai berikut:

'Bila anda melihat binatang kecoak di rumah, jangan anda memukulnya sampai mati bahkan sampai (maaf) isi perut kecoak meletet keluar.

Karena di dalam perut kecoa terdapat cacing halus/lembut yg tetap hidup meskipun diluar dari tubuh kecoak. Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh kecoak (perut) dia akan bergerak untuk mencari tempat/indukan baru.

Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat kasat mata bila jarak pandang sekitar 10-20cm.

Untuk melihat cacing ini, anda dapat menaruh isi perut kecoak diatas kertas hitam atau diatas cermin... disitu akan terlihat pergerakannya.

Sangat berbahaya apabila cacing ini sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) karena dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulit luar. Akan jauh lebih baik membasmi kecoak cukup dengan menggunakan semprotan anti serangga, yang dapat membunuh kecoak tanpa harus memukul hingga mengeluarkan isi perutnya.

semoga info ini dapat bermanfaat bagi kita semua..'



Pelaku Bom Boston Diduga Lakukan Aksi karena Otak Rusak Akibat Bertinju

Jakarta - Teror bom Boston sudah menemui jalan terang dengan tertangkapnya dua orang pelaku. Salah seorang pelaku bernama Tamerlan Tsarnaev yang terbunuh dalam upaya penangkapan ternyata adalah seorang petinju. Muncul spekulasi bahwa tindakan terornya ini dipengaruhi cedera otak akibat bertinju.

Sejak meledaknya bom di Boston beberapa saat lalu, FBI telah berupaya menyelidiki motif di balik upaya teror ini. Beberapa orang menyatakan bahwa kedua orang pelaku yang berasal dari Chechnya ini mengalami cuci otak. Belakangan muncul spekulasi pelaku pengeboman yang menewaskan 3 orang ini mengalami kerusakan otak.

Tamerlan Tsarnaev pernah memenangkan kejuaraan tinju amatir New England Golden Gloves pada tahun 2009 dan 2010. Tamerlan juga dikenal sebagai seorang petinju amatir yang sangat disiplin. Sementara itu, berbagai penelitian menemukan banyaknya kasus petinju yang mengalami cedera otak sehingga memunculkan pendapat bahwa perilaku Tamerlan disebabkan karena cedera otak.

Sejak tahun 1950-an, para peneliti telah menemukan para petinju cenderung mengalami kerusakan otak yang disebut chronic traumatic encephalopathy (CTE). Penyakit ini merupakan penyakit degeneratif yang hanya dialami beberapa penderita gegar otak dan cedera kepala lainnya.

Diperkirakan sekitar 4.000 mantan pemain National Football League (NFL) di AS saat ini menggugat liga atas cedera kepala yang mereka alami. Menurut para pemain ini, penyakit mereka disebabkan gegar otak karena pemilik klub dan pengelola liga lebih berfokus pada keuntungan ketimbang pemain.

"Istilah CTE lebih menggambarkan penyakit neurodegeneratif yang disebabkan atau setidaknya sebagian disebabkan oleh trauma otak yang berulang," kata Dr Robert Stern, pendiri Boston University's Center for the Study of Traumatic Encephalopathy seperti dilansir Medical Daily, Kamis (25/4/2013).

Penyakit ini hanya bisa dideteksi dengan menemukan protein penanda yang diproduksi ketika terjadi peregangan pada koneksi saraf. Pada orang tua yang mengidap penyakit ini, gejala penyakitnya berupa gangguan memori, rentang perhatian dan kemampuan belajar. Kesemua gejala tersebut berhubungan dengan penyakit Alzheimer.

Penderita penyakit ini juga cenderung menunjukkan perilaku impulsif, marah dan paranoia. Pada orang yang lebih muda, hilangnya kemampuan kognitif baru muncul di kemudian hari yang diawali dengan masalah perilaku. Namun kemungkinan cedera otak yang memicu perilaku Tamerlav masih menjadi perdebatan.

"(Dalam kasus Tamerlav) Ada banyak alat peledak yang disatukan dalam cara yang sangat terencana. Tidak ada kesalahan di sini, tidak impulsif. Ini bukan apa yang Anda lihat pada orang muda yang mengalami CTE," kata dr Robert Cantu dari Boston University dan direktur Encephalopathy Center.

Menurut Cantu, meskipun Tamerlav mungkin memiliki penyakit CTE, agaknya bukan penyakit ini yang memicunya melakukan peledakan bom yang cukup terencana. Sebab tampaknya, peledakan bom dan kemungkinan cedera otak yang dilakukannya terjadi tanpa hubungan sebab akibat.


Wednesday, April 24, 2013

Tak Hanya Payudara dan Bokong, Implan Silikon Kini Merambah Bibir

Jakarta - Implan silikon untuk keperluan kosmetik kebanyakan hanya dikenal di bagian payudara dan bokong saja. Tujuannya untuk menambah kemolekan tubuh wanita. Belakangan, muncul tren baru penggunaan implan silikon, yaitu memasang implan pada bibir.

Memasang implan pada bibir bertujuan untuk membuat bibir terlihat lebih tebal dan seksi. Untuk mendapat bibir seperti ini, sebelumnya para wanita mengandalkan prosedur suntikan pengisi, bukan implan. Karena menyuntik dengan pengisi efeknya tidak bertahan lama, maka banyak wanita yang berpindah ke silikon implan.

Seperti dilansir New York Daily News, Kamis (25/4/2013), implan silikon ini makin populer di kalangan pasien bedah kosmetik yang telah mencoba prosedur suntikan pengisi. Beberapa tahun terakhir, pasien tersebut mulai beralih dan memutuskan ingin bibirnya terlihat lebih tebal untuk selamanya.

"Orang yang mendapat suntikan harus datang setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. Jadi mereka memasang implan untuk membuatnya permanen. Mereka menyukai hasilnya," ujar dr Adam Hamawy, seorang ahli bedah plastik yang berkantor di New York City.

Dr Hamway menuturkan, suntikan pengisi memang masih populer di kalangan pasiennya, namun hasil dari penggunaan implan terlihat lebih baik. Hasil suntikan terkadang dapat terlihat tak beraturan atau mengental. Karena implan silikon berbentuk silinder mulus, pasien dapat memilih ukuran yang tepat.

Setiap bulannya, dr Hamway mengaku mendapat sekitar 2 - 3 pasien yang ingin menjalani pemasangan implan silikon pada bibirnya. Padahal beberapa tahun sebelumnya tidak ada yang berminat.

Prosedur ini dilakukan di kantor dokter dengan pembiusan lokal dan memakan waktu sekitar setengah jam. Dua sayatan kecil dibuat di sudut mulut, kemudian ahli bedah mengiris lapisan bibir untuk memasukkan implan silikon.

"Prosedur ini aman seperti implan payudara atau implan dagu. Hasilnya akan terlihat normal dalam waktu tiga sampai lima hari sesudahnya," kata dr Hamawy.

Tak hanya di New York City, ternyata prosedur ini juga mulai digemari di Hollywood. Misalnya seperti yang dituturkan seorang ahli bedah plastik yang bermarkas di Los Angeles bernama Vladimir Grigoryants, dia mengaku terjadi lonjakan pasien yang meminta implan silikon di bibir.

"Dengan suntikan, mereka bisa bertahan satu atau dua bulan atau beberapa pasien bahkan tidak melihat (perbedaan). Akhirnya pasien akan meminta sesuatu yang lebih permanen," ungkap Grigoryants.

Untuk memasang implan silikon di bibir, Grigoryants menarik biaya antara US$ 4.500 atau sekitar Rp 43,7 juta hingga US$ 6.500 atau sekitar 63,1 juta. Grigoryants juga telah memasang implan silikon pada bibirnya sendiri.

"Saya telah melakukannya untuk diriku sendiri dan ahli bedah telah menelepon saya dan bertanya tentang prosedur ini. Jadi saya tahu banyak dokter bedah yang melakukannya," kata Grigoryants.


Gampang Lupa? Kepalkan Tangan Agar Otak Lebih Mudah Mengingat

Jakarta - Seorang ilmuwan meyakini bahwa gerakan tubuh bisa mempengaruhi kerja otak, termasuk dalam mengingat-ingat sesuatu. Seseorang yang mudah lupa disarankan untuk mengepalkan tangan saat menerima informasi. Niscaya, lebih mudah diingat.

Ilmuwan tersebut adalah Ruth Propper, seorang profesor cerebral lateralization di Montclair State University. Saat kebanyakan orang menganggap otak bisa mempengaruhi tubuh secara fisik, ia meyakini sebaliknya. Gerakan tubuh secara fisik bisa mempengaruhi otak.

Penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa gerakan tangan, khususnya mengepal berhubungan dengan emosi. Kepalan pada tangan kanan mengaktifkan otak kiri yang berhubungan dengan kegembiraan dan takjub. Kepalan tangan kiri mengaktifkan otak kanan, yang memicu perasaan takut dan gelisah.

Kali ini, Prof Propper mengaitkan kepalan tangan itu dengan kemampuan otak dalam mengingat. Untuk membuktikan teorinya, ia melibatkan orang yang tidak kidal untuk mengingat-ingat 72 kata secara acak. Orang kidal tidak dilibatkan karena secara alami punya daya ingat lebih baik.

Sebagian partisipan diminta mengingat kata-kata itu sambil mengepalkan tangan, sebagian lagi dengan tangan rileks. Ingatan terbaik ditemukan pada kombinasi sebagai berikut:

- Mengepalkan tangan kanan saat menghafalkan
- Mengepalkan tangan kiri saat mengingat kembali

"Sangat menarik untuk membandingkannya dengan kelompok yang tidak mengepal sama sekali. Ingatannya hampir 15 persen lebih baik," kata Prof Propper yang mempublikasikan temuannya ini di jurnal PLoS One, seperti dikutip dari NBC News, Kamis (25/4/2013).


Jangan Dipakai, Ini Ciri-ciri Kondom Palsu

Accra - Kondom adalah salah satu alat untuk mencegah kehamilan. Popularitas kondom rupanya menginspirasi orang yang tidak bertanggung jawab untuk membuat yang palsu. Jadi hati-hati mendapat kondom palsu.

Dikutip dari health.india.com, Kamis (25/4/2013), di Ghana telah ditemukan adanya kondom palsu buatan China. Kondom tersebut tidak lolos uji laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan setempat.

Diketahui kondom palsu itu memiliki ciri terdapat lubang dan mudah terbakar jika mendapat tekanan tertentu. Selain itu kondom mudah robek saat seks masih berlangsung.

Umumnya kondom berukuran lebih kecil dari kebanyakan kondom yang dijual di pasaran, selain itu tidak memiliki pelumas yang memadai. Dalam kemasan tidak ada identitas produsen dan alamatnya, melainkan hanya ada kalimat 'dibuat di RRC'.

Karena berlubang dan mudah robek, tentunya kondom ini tidak hanya tak mampu mencegah kehamilan tetapi juga tidak mampu mencegah penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV-AIDS.

Kondom palsu ini bernama 'Be Safe' dan diimpor dari Henan Xibei Latex Company Limited. Karena diketahui palsu, 110 juta kondom disita. Dari penyelidikan terungkap perusahaan China yang menyuplai kondom palsu ini memiliki alamat produksi di Yanjin, Xinxiang City, Provinsi Henan. Perusahaan India yang berbasis di Kenya juga dikaitkan dengan peredaran kondom palsu tersebut.

Kasus ini menambah panjang daftar orang asal China yang ditangkap di Ghana. Bulan lalu sejumlah orang berkewarganegaraan China ditangkap dan dideportasi karena terkait dengan penambangan ilegal. Baru-baru ini ada juga orang dari China yang ditangkap polisi karena perampokan bersenjata.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...